Jumat, Mei 29, 2009

The Hunt for Gollum: Film Independen Karya Fans LOTR

Bagi para penggemar film The Lord Of The Rings yang ingin melepas kerinduan terhadap Gollum dan Aragorn bisa beraksi kembali, cobalah nonton film pendek fan-made yang satu ini: The Hunt for Gollum.

Masih senada dengan trilogi The Lord of The Rings, The Hunt for Gollum bercerita tentang perburuan cincin keramat yang dipegang oleh Gollum, makhluk yang tamak dan sangat menjijikkan. Gandalf dan Aragorn pun segera melakukan pencarian, sementara Sauron sedang mempersiapkan pasukannya untuk menemukan Gollum.


Dengan bujet yang hanya sebesar £3,000 dan 160 kru, biaya film ini tentunya sangat jauh dari bujet trilogi film Lord Of The Rings, tapi bukan berarti film buatan para fans ini tidak bermutu. Film berdurasi 40 menit ini mengambil waktu antara film The Hobbit dan The Fellowship of the Ring, dan menampilkan pemeran utama yang sangat mirip dengan Aragorn yang aslinya diperankan oleh Viggo Mortensen.

Film yang dipremierekan di Sci-Fi-London film festival ini merupakan kulminasi dari proyek selama 2 tahun yang direncanakan, dibuat dan dibiayai oleh fans fanatik LOTR. Dan betapa baiknya mereka karena tidak membuat film ini untuk tujuan komersial, sehingga kita bisa menontonnya secara gratis di internet!

Rating: Pedaz! (5/10)

Belum nonton The Hunt for Gollum? Download disini!


Read More......

10 Worst Casting Decision : Pemilihan Peran Terburuk dalam Film

Salah satu pembuat kegagalan sebuah film adalah casting yang salah. Dalam hal ini, sebuah film disebut bernasib kurang beruntung atau setidaknya ada karakter baik itu yang utama maupun supporting yang kurang pas sehingga lumayan menggaggu nilai keseluruhan. Well, tidak semua kasus salah casting bisa berdampak negatif bagi kelangsungan film itu sendiri. Namun, bagi sebagian pulik dan penggemar film, casting yang salah benar-benar menjadi hal yang sangat menyebalkan. Karena kenapa? Karena faktor ketidak-akuratan menempatkan bintang film dengan perannya bisa dipengaruhi pula oleh ketidak-mampuan sang bintang dalam melakoni perannya. Dan yang paling vital adalah karena sosok sang bintang sendiri yang jauh dari pantas untuk melakoni peran yang dimaksud.

Cha membuat daftar 10 Pemilihan Peran Terburuk yang pernah dilakukan Hollywood. Okay, let’s start countdown...


10. Orlando Bloom sebagai Balian of Ibelin
Dalam film : Kingdom of Heaven (2005)
Hanya dengan modal kecantikan wajah yang dimiliknya, Orli mendapatkan peran sebagai Balian of Ibelin yang seharusnya membutuhkan kharisma, wibawa dan pesona seorang aktor untuk membuat lawan serta kawan menghormatinya. Orli, sorry, jelas tidak terlihat mempunyai semuanya.

9. Tom Hanks sebagai Robert Langdon
Dalam film : The Da Vinci Code (2006)
Jika dibandingkan dengan novelnya, sosok Langdon sangat intelek dan pintar. Namun anehnya Hanks tidak menunjukkan kepribadian Langdon yang sesungguhnya. Apalagi, penampilan Hanks dengan rambut panjangnya yang sangat mengganggu pandangan. Sigh, he should be better than that!

8. Hillary Swank sebagai Madeleine Linscott
Dalam film : The Black Dahlia (2006)
Aktris yang tidak terlalu cantik, dan bertubuh kurus kering mencoba bermain sebagai seorang femme fatale alias wanita penggoda nan berbahaya? Oh, come on...


7. Elizabeth Banks sebagai Laura Bush
Dalam film : W (2008)
Kalau yang satu ini, Banks tidak cocok untuk memerankan seorang Ibu Negara karena dia terlalu cantik, seksi dan menggoda! Bukannya Laura Bush yang asli gak cantik,
tapi Banks disini tidak punya kharisma layaknya seorang Ibu Negara.




6. Josh Hartnett sebagai Matt Sullivan
Dalam film : 40 Days and 40 Nights (2002)
Karakternya dalam film ini digambarkan palyboy yang selalu terlihat horny dan mupeng, sesuatu yang amat sulit dilihat dari tampang alim dan melankolis Josh Hartnett.

5. Halle Berry sebagai Patience Price aka Catwoman
Dalam film : Catwoman (2004)
Catwoman dimainkan oleh aktris cantik, seksi dan pemegang Oscar, berkulit gelap pula? Hmm, boleh aja sih.. Tapi, kenapa Cha rasa dia gak pantes jadi catwoman ya? Maybe, she’s too perfect for that role?



4. Collin Farrel sebagai Alexander The Great
Dalam film : Alexander (2004)
Selain penampilannya yang cupu dengan rambut palsunya, Collin Farrel berusia nyaris sama dengan pemeran ibunya sendiri, Angelina Jolie. Parahnya lagi, Farrel tidak bisa memberi mimik muka yang serius, kejam, keras dan berwibawa layaknya seorang The Great.

3. Ioan Gruffudd sebagai Reed Richards aka Mr. Fantastic
Dalam film : Fantastic 4 (2005) & Fantastic 4: Rise of The Silver Surfer (2007)
Sama halnya dengan Farrel, Gruffudd sama sekali tidak punya kharisma sebagai pemimpin pasukan Fantastic 4.



2. George Lazenby sebagai James Bond
Dalam film : On Her Majesty’s Secret Service (1969)
Tanpa pengalaman akting, Bond versi Lazensby tampil kaku bak robot dan hanya tampak tangguh di adegan laga saja. Bond terburuk seanjang masa!

1. Vince Vaughn sebagai Norman Bates
Dalam film : Psycho (1998-remake)
Aktor spesialis komedi membawakan peran seorang psikopat yang kurus, pemalu, paranoid, dan tampak nerd namun misterius? Sangat melenceng jauh dari versi asli Psycho yang dibawakan oleh Anthony Perkins sebagai Norman Bates.



Well, inilah pemilihan peran yang menurut Cha paling buruk dan sangat miscast!
Read More......

Changeling : Perjuangan Supermom Menemukan Anaknya


Kali ini, Cha mau mengulas film terbaru Angelina Jolie yang membuahkannya masuk nominasi Oscar: Changeling.


Bersetting di tahun 1928, film ini mengisahkan pada sosok Christine Collins (Angelina Jolie), seorang single mother yang kehilangan putranya yang berumur 9 tahun, Walter Collins (Gattlin Griffith). Perjuangan gigih Collins didukung oleh pendeta Gustav Briegleb (John Malkovich) yang turut menyiarkan berita kehilangan anak via radio.



Pada akhirnya, Kapten J.J Jones (Jeffrey Donovan) dari LAPD, memberi kabar gembira untuk Christine bahwa anaknya telah ditemukan selamat. Pertemuan kembali Christine dan anaknya di stasiun kereta api tidak berlangsung dramatis, karena Christine tidak yakin bahwa bocah yang turun dari kereta api itu adalah anaknya.

Ketidakyakinan Christine tentang anak baru tersebut, membuat Kapten Jones merasa berang. Christine bersikeras bahwa bocah tersebut bukanlah anaknya, dan dia meminta LAPD untuk meneruskan mencari anaknya yang hilang. Tentu saja keadaan ini membuat Kapten Jones, orang yang tak-mau-repot, sedikit terganggu. Hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk memasukkan Christine ke dalam Rumah Sakit Jiwa dengan alasan tidak dapat mengenali & mengakui anaknya sendiri.


Di sisi lain, Detektif Lester Ybarra (Michael Kelly), berhasil mendapatkan pria incaran incaran kepolisian yang disinyalir berhubungan dengan penculikan dan pembantaian 20 anak laki-laki yang terkenal dengan The Wineville Chicken Soup Murders di California akhir tahun 1920-an.


Film terbaru dari sutradara plus aktor kawakan Clint Eastwood ini menamplikan tontonan drama dengan cerita dan alur yang membuat penontonnya terhanyut dan bersimpati dengan apa yang tengah dialami oleh Christine. Jolie bermain secara brilliant sebagai seorang Ibu yang tak pernah lelah untuk mendapatkan anaknya kembali. Beda sekali dengan karakter-karakter yang pernah dia lakoni sebelumnya.


Overall, Changeling adalah salah satu dari sekian film yang membuat Cha bisa menitikkan air mata karena saking sedihnya... It’s such a great movie!


You must watch it too, Folks!

Klik disini untuk download Changeling

dan Subtitle Bahasa Indonesia klik disini!


Rating : Maniz! (8/10)

Read More......

Kamis, Mei 28, 2009

My First Post in My First Blog

Akhirnya, setelah proses yang cukup panjang, lama dan melelahkan... Lahirlah sebuah blog baru yang masih gress dan fresh yang kemudian aku beri nama dengan PedazManiz.

Kenapa PedazManiz?
Well, sebenarnya aku pingin buat blog dengan nama IsengIseng, eh ternyata Om Google bilang 'Maaf, alamat ini tidak tersedia'. Ya udah aku cari nama lagi yang unik seperti Manisan, HuraHura sampe Chantique tetep aja gak tersedia..

Sampai pada akhirnya aku putuskan untu memberi nama blog ini: PedazManiz!

Yup, terkadang dalam hidup memang ada aja yang pedas dan manis, seperti halnya ada yang baik dan buruk dalam kehidupan. Hohoho... *sok bijak*

Okay, tujuan aku buat blog bukannya untuk menambah daftar panjang blog di blogger, ataupun sekedar ingin disebut sebagai blogger, ataupun ingin gak dibilang ketinggalan zaman saja... Bukan, bukan seperti itu.

Sebenarnya tujuan aku buat blog itu hanya untuk berbagi sesuatu, sesuatu yang Pedaz dan Maniz kepada semua orang... Sesuatu yang pedaz, yang memang sangat menyakitkan tapi inilah faktanya, dan sesuatu yang maniz, yang sangat disukai oleh semua orang, tapi awas jangan sampe berlebihan.

Last but not least, aku berjanji dengan segenap jiwa raga dan tenagaku untuk memelihara blog ini agar muncul banyak postingan menarik dan juga menarik banyak pengunjung!

Salam maniz.
Read More......